Minggu, 18 September 2011

Berita Pilihan : Angkot berkaca gelap di Lebak Bulus juga dirazia, Kadishub Preteli 4 Kaca Gelap Angkot

Jakarta - Selain di Pulogadung, Dishub DKI Jakarta juga menggelar razia kaca gelap di Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Selamat beberapa menit di lokasi. Kadishub DKI Jakarta Udar Pristono sudah mempreteli 4 kaca gelap angkutan kota (angkot).

"Aturannya kaca mobil angkot itu di atas 70 persen tembus cahayanya," kata Pristono saat ditemui di Terminal Lebak Bulus, Jakarta, Minggu (18/9/2011).

Pristono tiba di Terminal Lebak Bulus pukul 14.00 WIB. Pristono datang bersama rombongan berkisar 20 orang. Saat tiba, Pristono dan rombongan langsung bergerak ke Polsek Lebak Bulus. Di Polsek sudah ada angkot D02 yang berkaca gelap. Petugas Dishub kemudian mengeluarkan alat pengukur cahaya.

Setelah diperiksa, ternyata kaca gelap angkot D02 tersebut hanya 20 persen tembus cahaya. Kaca angkot itu pun akhirnya dipreteli.

Usai mempreteli lapisan kaca angkot tersebut, Pristono dan rombongan berjalan menuju angkot-angkot yang tengah menunggu penumpang. Ada 3 angkot yang tertangkap basah menggunakan kaca gelap. 2 Angkot itu adalah C14 jurusan Ciledug-Lebak Bulus dan C40 jurusan Petukangan-Lebak Bulus.

Kaca angkot itu pun diperiksa. Ketiganya diketahui mempunyai daya tembus cahaya di bawah 70 persen. Petugas Dishub kemudian mempreteli lagi lapisan kaca angkot tersebut.

"Surat-suratnya juga ditahan. Mereka di-BAP. Nanti akan ada sidang tilang," jelasnya.

Hingga pukul 15.30 WIB, Pristono dan rombongan masih terus menyisir. Namun pantauan detikcom, masih banyak angkot berkaca gelap yang tidak terdeteksi Dishub. Padahal angkot-angkot berkaca gelap tersebut memang kelihatan mencolok di Terminal Lebak Bulus.

- Detiknews -

Berita Pilihan : Angkot Berkaca Gelap di Pulogadung Dirazia Petugas

Jakarta - Angkutan perkotaan (Angkot) di Terminal Pulo Gadung dirazia petugas. Satu persatu angkot yang memasuki area terminal langsung di-cek kadar kaca film di kaca angkot. Bila melebihi 30 persen dari yang diperbolehkan, petugas langsung mengelupas kaca film tersebut.

"Sesuai keputusan Menteri Perhubungan, asal kurang dari 70 persen tembus pandang, artinya di bawah 30 persen gelap, itu boleh. Tapi ini 80 persen angkot kacanya gelap. Tidak boleh," kata Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Riza Hashim saat memimpin razia di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu (18/9/2011).

Angkot yang paling banyak dirazia adalah jenis Koperasi Wahana Kalpika (KWK). Pengendara terlihat pasrah melihat puluhan petugas Dishub mendata satu persatu kendaraan yang menggunakan kaca film gelap. Kemudian, satu persatu kaca film dikelupas tanpa ampun. Termasuk berbagai tulisan di body mobil.

"Apaun tidak boleh. Ini hanya peringatan. Kalau masih membandel, akan kita beri sanksi hingga pencabutan izin trayek," tukas Riza.

Bagaimana dengan sopir tembak atau sopir bodong? "Kalau itu wewenang Organda yang meluruskan. Masak 3.000 KWK kita yang mengawasi," jawab Riza.

Hingga pukul 15.00 WIB, razia petugas masih berlangsung. Razia tersebut sebagai buntut pemerkosaan seorang gadis oleh pengendara angkot di Jakarta Selatan. Salah satu penyebab yang membuat pemerkosaan karena kaca gelap yang dipergunakan pada angkutan umum.

- Detiknews -

Berita Pilihan : Dishub DKI Razia Kaca Angkot di Terminal Lebak Bulus & Pulogadung

Jakarta - Dishub DKI Jakarta menggelar operasi kaca gelap angkutan umum. Operasi ini digelar di dua tempat yakni Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan dan Terminal Pulogadung, Jakarta Timur.

"Ya. Saya di Lebak Bulus dan Wakil Dishub di Pulogadung. Dua-duanya pukul 14.00 WIB," ujar Kadishub DKI Jakarta Udar Pristono saat dihubungi detikcom, Minggu (18/9/2011).

Pristono mengatakan, operasi atau razia ini terkait dengan terjadinya beberapa kejahatan di dalam angkot. Dishub akan membawa alat ukur untuk memeriksa seberapa gelap kaca mobil angkot tersebut.

"Jadi kita periksanya kacanya pakai alat. Harus tembus dengan alat itu. Minimal 70 persen tembus dengan alat itu," katanya.

Jika ada kaca mobil angkot yang diketahui tembus di bawah 70 persen misalnya 20 persen, maka Dishub DKI akan menindaknya. Kaca mobil angkot tersebut akan dilepas dan surat-surat izin angkot tersebut akan ditahan.

"Satu, akan di-BAP, suratnya ditahan. Jadi dia harus menyelesaikannya di sidang. Lalu kami akan keletek kaca mobilnya," ujarnya.

Posisi Bangku di Bus Pengaruhi Jumlah Paparan Polusi

Detikhealth - Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi paparan polusi udara. Salah satunya posisi duduk penumpang di bus juga turut mempengaruhi jumlah polusi yang terhirup.

Studi yang dilakukan oleh Imperial College London, Profesor Roy Colville menemukan bahwa duduk di sisi pengemudi bus (dekat dengan mesin) bisa meningkatkan paparan terhadap polutan sebesar 10 persen.

Untuk itu bagi orang yang sering menggunakan bus umum untuk bepergian sebaiknya pilih tempat duduk di sisi yang berlawanan dengan bangku pengemudi untuk menghindari paparan polutan.

Jika memang penumpang terpaksa harus duduk di sisi pengemudi misalnya di bangku belakang supir, sebaiknya gunakan masker, sapu tangan atau tisu untuk mengurangi paparan polutan masuk ke dalam paru-paru.

Yang harus diperhatikan penumpang tahu posisi mesin dan jangan memilih bangku yang terlalu dekat dengan posisi mesin.

Sebuah penelitian yang diterbitkan The Lancet bulan Maret ini menuturkan bahwa polusi udara merupakan pemicu utama terjadinya serangan jantung serta gangguan pada sistem pernapasan terutama paru-paru.

Para peneliti menemukan orang yang menghabiskan waktu di jalan baik sebagai pengemudi atau pejalan kaki memiliki faktor risiko terkena serangan jantung. Selain itu partikel yang terkandung dalam polusi udara memiliki ukuran kurang dari 10 mikron yang membuatnya dapat masuk ke dalam paru-paru dan menyebabkan radang.

"Partikel ini meningkatkan risiko masalah pernapasan dan juga kekakuan dari darah. Jadi jika seseorang punya penyakit jantung koroner akan meningkatkan risiko terkena serangan jantung, dan penderita asma cenderung mengalami serangan pada saat tingkat polusi tinggi," ujar Jon Ayres, profesor kesehatan lingkungan dan pernapasan dari University of Birmingham, seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (16/3/2011).

Berbagai faktor lainnya turut mempengaruhi jumlah polutan yang ada di lingkungan, seperti jumlah kendaraan yang ada serta perubahan cuaca yang menyebabkan lonjakan polusi udara.

"Ketika berangin tingkat polusinya lebih rendah karena partikel tertiup, tapi jika cuaca panas maka akan meningkatkan suhu yang membuat polusi udara meningkat. Sedangkan pada musim hujan diperkirakan membantu membersihkan udara dari polutan yang membuat jumlahnya berkurang," ujar Jon Ayres yang juga ketua Committee on the Medical Effects of Air Pollutants (COMEAP).

- Detikhealth -

2 Lambang yang selalu ada di konser musik Indonesia

Info-infounik.blogspot.com - Jika agan-agan nonton sebuah konser musik,entah secara langsung ataupun nonton di tv,siapapun band atau penyanyi pengisi acara di konser tersebut.Pernahkah agan dan sista perhatikan kalo ada 2 lambang yang biasanya berupa bendera yang tampak selalu menghiasi bermacam konser musik di Indonesia?
Inilah 2 lambang dari 2 komunitas yang tampak selalu hadir menghiasi 90% konser-konser musik di Indonesia.,


salut untuk 2 komunitas ini,slankers(fans-nya slank) dan oi(fans-nya Iwan fals).Tampaknya slankers dan oi adalah 2 komunitas fans musik terbesar di Indonesia.Mungkin disetiap kota di Indonesia ada 2 komunitas ini.