Rabu, 07 September 2011

Spot of The Day : 7 September

Peristiwa yang terjadi tanggal 7 September :

  • 1822 - Brasil merdeka dari Portugal.
  • 1901 - Pemberontakan Boxer di Tiongkok berakhir.
Tokoh yang lahir tanggal 7 September :

  • 1533 - Ratu Elizabeth I dari Inggris (w. 1603)
  • 1930 - Raja Baudouin I dari Belgia (w. 1993)
  • 1829 - Friedrich KekulĂ©, kimiawan Jerman (w. 1896)
  • 1934 - Omar Karami, mantan Perdana Menteri Lebanon
  • 1937 - Saadillah Mursjid, politikus Indonesia (w. 2005)
  • 1940 - Abdurrahman Wahid, Presiden Indonesia ke-4 (w.2009)
  • 1968 - Marcel Desailly, pesepak bola Perancis
  • 1975 - Norick Abe, pembalap motor Grand Prix 500cc asal Jepang.
Tokoh yang meninggal dunia tanggal 7 September :

  • 1312 - Raja Ferdinand IV dari Castile (l. 1285)
  • 1552 - Guru Angad Dev, Guru Sikh kedua (l. 1504)
  • 1632 - Sissinios dari Ethiopia
  • 1777 - Tekle Haymanot I dari Ethiopia
  • 1809 - Buddha Yodfa Chulaloke, Raja Siam (l. 1737)
  • 1949 - Elton Mayo, psikolog, sosiolog, dan teoritikus organisasi asal Australia. (l. 1880)
  • 1997 - Mobutu Sese Seko, diktator dan Presiden Zaire dari 1965-1997 (l. 1930)
  • 2004 - Munir Said Thalib, SH, aktivis HAM, meninggal dunia di Amsterdam, keracunan arsenikum (l. 1965)
Peringatan dan hari besar yang jatuh pada tanggal 7 September :

  • Brasil - Hari Kemerdekaan
  • Mozambik - Hari Kemenangan
Sumber : Wikipedia

Cendrawasih Kaisar


Cendrawasih Kaisar atau dalam nama ilmiahnya Paradisaea guilielmi adalah sejenis burung cendrawasih berukuran sedang, dengan panjang sekitar 33cm, dari genus Paradisaea. Burung ini berwarna kuning dan coklat, berparuh abu-abu kebiruan, kaki coklat keunguan dan iris mata berwarna coklat kemerahan.
Burung jantan dewasa memiliki muka, atas kepala bagian depan dan tenggorokan berwarna hijau mengilap. Kepala bagian belakang, punggung dan sayap berwarna kuning, dan tubuh bagian bawahnya berwarna coklat. Pada bagian sisi dadanya terdapat bulu-bulu hiasan berwarna putih dan diekornya terdapat dua buah tali yang panjang berwarna hitam. Betina berukuran lebih kecil, tanpa dihiasi bulu hiasan, memiliki kepala berwarna coklat tua, punggung kuning kecoklatan dan tubuh bagian bawah berwarna coklat. Burung muda memiliki bulu seperti burung betina.
Daerah sebaran Cendrawasih Kaisar terdapat di hutan-hutan pegunungan bagian bawah dan perbukitan Jasirah Huon di Papua Nugini, umumnya dari ketinggian 670 meter sampai ketinggian 1.350 meter di atas permukaan laut.
Cendrawasih Kaisar adalah poligami spesies. Burung jantan memikat pasangan dengan ritual tarian di dalam kelompok lek. Jantan menggantungkan badannya ke bawah, membuka memamerkan bulu hiasannya. Pakan burung Cendrawasih Kaisar terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga.
Cendrawasih Kaisar ditemukan oleh Carl Hunstein dalam salah satu ekspedisinya di pulau Irian pada bulan Januari 1884. Nama ilmiah spesies ini memperingati seorang kaisar Jerman, Frederick William Albert Victor.
Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan yang terus berlanjut, serta populasi dan daerah dimana burung ini ditemukan sangat terbatas, Cendrawasih Kaisar dievaluasikan sebagai beresiko hampir terancam di dalam IUCN Red List. Burung ini didaftarkan dalam CITES Appendix II.

Sumber : Wikipedia

Cendrawasih Goldi


Cendrawasih Goldi, Paradisaea decora, merupakan burung cendrawasih beukuran besar dengan panjang 33 cm dan berwarna cokelat zaitun. Burung jantan punya dada berbulu warna kuning dan hijau tua dengan dada abu-abu keunguan, iris berwarna kuning dan paruh, mulut serta kakinya berwarna abu-abu. Badannya dihiasi bulu hias pinggang berwarna merah tua dan dua bulu panjang mirip kawat. Burung jantannya berbeda dari jenis Paradisaea yang lain karena bulu dadanya yang berwarna abu-abu keunguan. Burung betina tidak berbulu hias dan berbulu warna cokelat zaitun dan bawahnya cokelat jingga.
Burung Cendrawasih Goldi yang endemik di Papua Nugini ini, tersebar di pulau Fergusson dan Normanby dari kepulauan D'Entrecasteaux, kepulauan Papua sebelah timur. Makanan utama burung ini adalah buah-buahan.
Namanya berdasarkan nama seorang kolektor dari Skotlandia, Andrew Goldie, orang Eropa pertama yang menemukannya pada tahun 1882.
Karena hilangnya habitat, penyebaran yang terbatas dan diburu berlebihan di beberapa daerah, cendrawasih goldi dievaluasi Hampir Terancam pada IUCN Red List tentang jenis terancam. Ia juga terdaftar dalam CITES appendix II.

Sumber : Wikipedia

Cendrawasih Gagak


Cendrawasih Gagak, Lycocorax pyrrhopterus, adalah Cendrawasih mirip gagak berukuran sedang dengan panjang sekitar 34 cm. Bulunya gelap, lembut dan seperti sutera. Paruhnya hitam, warna mata merah karmin, dan memiliki suara panggilan yang mengingatkan pada gonggongan anjing. Burung jantan dan betinanya mirip. Burung betina sedikit lebih besar daripada burung jantan.
Cendrawasih ini bersifat monogami dan endemik di hutan dataran rendah di kepulauan Maluku di Indonesia. Makanan utamanya terdiri dari buah-buahan dan artropod. Tiga subspesiesnya telah dikenali, dan ditandai dengan ada atau tidaknya bercak putih pada bulu sayap bawah.
Karena umum ditemukan pada rentang habitatnya, Cendrawasih Gagak dievaluasi beresiko rendah di dalam IUCN Red List dan didaftarkan dalam CITES Appendix II.

Sumber : Wikipedia

Cendrawasih Biru

 
Cendrawasih Biru atau dalam nama ilmiahnya Paradisaea rudolphi adalah sejenis burung cendrawasih berukuran sedang, dengan panjang sekitar 30cm, dari genus Paradisaea. Burung ini berwarna hitam dan biru, berparuh putih kebiruan, kaki abu-abu, iris mata berwarna coklat tua, di sekitar mata terdapat dua buah setengah lingkaran putih dan sayap berwarna biru terang.